Bagian tanaman yang bisa diproses menjadi produk pangan adalah kelopak bunganya. Kelopak bunga tanaman ini berwarna merah tua, tebal, dan berair (juicy), serta banyak mengandung Vitamin A, Vitamin C, dan asam amino. Kelopak bunga rosela merah yang rasanya sangat masam ini biasanya dibuat menjadi jeli, saus, teh, sirup, dan manisan.
Bahan penting yang terkandung dalam kelopak bunga rosela adalah grossy peptin, anthocyanin, dan gluside hibiscin. Selain itu kelopak bunga rosela merah juga mengandung asam organik, polisakarida, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar.
Secara tradisional, tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, lesu, demam, dan gusi berdarah. Ekstrak kuncup bunga rosela merah juga dipercaya mampu bekerja sebagai penahan kekejangan (antispasmodik), anticacing (antihelmintik), dan antibakteria. Khasiat lain dari herba ini sebagai antiseptik, mengatasi lemah syahwat, penyejuk (astringent), dan menurunkan kadar penyerapan alkohol.
HASIL LABORATORIUM KIMIA TEKNIK
Dalam 100 gr bunga Rosella mempunyai kandungan zat-zat kimia sebagai berikut:
Kalori 49 kal
H2O 84,5 %
Protein 1,9 gr
Fats 0,1 gr
Karbohidrat 12,3 gr
Fiber 1,2 gr
Kalsium 0,0172 gr
Phospor 0,57 gr
Besi 0,029gr
B-karotene 3 gr
Asam askorbat 0,14 gr
Sedangkan untuk bunga kering terdiri dari 3 % campuran asam sitrat dan anthocyanins gossipeptin 9hydroxyflavone) dan 0,004,00,0005 %
(Disadur dari James A.duke,1983,Hnbook of energy crops.Unpublished)
Dari hasil penelitian Extraksi kelopak bunga Rosella merah menggunakan air didapatkan : Nilai a + (warna merah) maximum16,17 didapatkan pada jumlah bahan 70 gram dengan pelarut 2 L dan lama ekstraksi 25 menit pada suhu 70 C
- Kade fe maximum yang didapatkan 30 ppm
- Berdasarkan Menkes RI no.235/men.kes.par/VI/79 kadar tersebut masih memenuhi kandungan herba pada kelopak bunga Rosella dapat mengatasi berbagai macam penyakit,diantaranya :
1. Menurunkan asam urat (gout)
2. Meredakan peradangan sendi (arthritis)
3. Bersifat stomakik ( merangsang selera makan )
4 .Kandungan glycosides-nya sebagai penawar luka
5. Meningkatkan sistem syaraf dan dapat meningkatkan daya ingat makanan untuk otak
6. Dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hypertensi)
7. Melancarkan buang air kecil (diuretic)
8. Sebagai anti inflammantory yang kuat
9. Mempunyai unsur antipyretic yang menurunkan panas dalam
10. Mempercepat pemecahan darah beku di otak
11. Kandungan asiaticoside(triterpene glycoside)didalam pegaga dalam merangsang pembentukan lipid dan protein yang amat berguna untuk kesehatan kulit.Asiaticosides diklarifikasikan juga sebagai antibiotic
12. Mengandung vitamin C,B,D,K beberapa mineral penting temasuk magnesium,kalsium dan sodium
13. Dapat meredakan dan menghilangkan batuk kronis
14. Menurunkan kolesterol
15. Menghancurkan lemak
16. Melangsingkan tubuh
17. Mengurangi efek buruk miras
18. Mengurangi kecanduan merokok
19. Mencegah stroke dan hypertensi
20. Mengurangi stress
21. Memperbaiki pencernaan
22. Menghilangkan wasir
23. Menurunkan kadar gula
24. Bersifat penetral racun
25. Mencegah kanker,tumor,kista dan sejenis
26. Maaq mmennahun
27. Migrain
28. Demam tinggi
29. Cocok untuk ibu hamil guna membentuk kecerdasan otak anak di dalam kandungan
30. Mampu meningkatkan gairah sex dan tahan lama(dengan terapi rutin)
31. dan lain lain
Selain dapat memberikan solusi pengobatan herba alami,juga dapat dijadikan sebagai bahan pembuat makan ringan,
1. Pewarna/aroma masakan/kue
2. Pewarna/aroma pasta gigi
3. Pewarna/aroma es lilin
4. Pewarna/aroma cream
5. Sirup,limbahnya untuk selai
6. dll
( sumber : majalah wahida )
Diambil dari: Daryanto-Agrina agrina-online.com & bloggaul.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar