setiap malam, aku harus menangis agar tertidur
karena disaat tidur, rasanya kesedihan ini akan terasa lebih ringan dan berkurang
aku harus bertahan,
menahan gejolak kerinduan yang sudah tak terbendung menjalar kemana mana
selalu mencari cara agar rindu ini tak menuntutku untuk mengobatinya
aku tak tau sampai kapan rindu ini mengikutiku seperti bayangan,
melekat pada diriku seperti kulit,
dan mengalir dalam arus bagaikan darah dalam tubuhku
bahkan kerinduan ini bagai oksigen yang selalu terhirup menjadi asupan pokok dalam paru paru hatiku
yang mana rindu ini semakin bertambah
dan tidak sedikitpun berkurang
akupun tak mengerti
apakah engkau merindukanku seperti rinduku untukmu
aku tak tauu, karena aku masih menunggumu Bicara Tentang Kerinduanmu
karena ditempatku diam kini,
tak kujumpai bayangmu datang menggapaiku :'(
mungkin kini, sudah tak sanggup lagi diriku
untuk menahan rindu yang bergejolak
maaf, aku telah kalah dalam menahan rinduku padamu
maaf, harus ku ungkapkan semua rasa ini
karena aku hanya ingin dirimu tau,
telah sekian lama diri ini merindumu
menantikanmu membawakan obat penawar rindu :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar