andaikan kamu tau
pikiran ini berkecamuk sedemikian
hingga buntu tak menemukan satupun titik yang kuari
tahukan kamu
kadang hati ini menjerit memanggilmu
memanggil hatimu yang begitu besar diriku merindukannya
tapi kadang, hati ni menjerit menangis tak ingin kalah
tatkala dirimu tak lagi menoleh padaku
tak lagi ada disampingku,
tak lagi memegang genggaman eratku
sedihku, lukaku, aku tau
tak akan sama dengan luka dan deritamu
tapi, tak mengertikah dirimu
satu hal tentang rasaku
yang tak lain adalah sulit melepas dan sulit bertahan
dalam keadaan tak tentu
keduanya amat menakutkan bagiku
takut berjalan tanpamu,
takut melangkah tanpa genggamanmu,
takut mengambil arah tanpa dekapanmu
mungkin segalanya terlalu sulit
terlalu sulit untuk dijelaskan walau dalam isyarat
terlalu sulit untuk diucapkan walau dalam tulisan
bahkan terlalu sulit untuk bertahan walau bukan dalam bahaya
aku benar tak memahamimu kini..
bahkan tatapanmu sudah berbeda kurasakan
nada lisanmu pun tak lagi sama terdengar seperti dulu
tak lagi kucium harumnya kemesraan kita
tak lagi kulihat mekar senyuman yang menghiasi diantara kita
kini, hanyalah kerutan yang terlukis diraut kita
kini, hanyalah luka yang semakin mengikis lebih dalam
tak tahu kapan luka ini berakhir
tak tahu kemana luka ini terobati
dan tak tahu seberapa kuat luka ini melekat
karna yang kutahu,
luka ini akan meninggalkan kenangan
kenangan yang terlalu indah untu dikenang,
dan terlalu sedih untuk dilupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar